7 komponen high availability

on Rabu, 04 Juli 2012


High availability adalah desain pendekatan sistem dan implementasi layanan terkait yang telah diatur sebelumnya untuk memastikan tingkat kinerja operasional akan dipenuhi selama periode tertentu. Ada 7 komponen high availability :

  1. Redundancy adalah duplikasi kritis komponen atau fungsi dari suatu sistem dengan tujuan peningkatan keandalan dari sistem, biasanya dalam kasus bacup atau fail-safe.
  2. Reputation adalah pendapat tentang suatu entitas, biasanya hasil dari evaluasi sosial pada seperangkat kriteria yang digunakan.
  3. Reliability adalah kemampuan seseorang atau sistem untuk melakukan dan mempertahankan fungsinya baik dalam keadaan rutin, darurat, atau tak terduga.
  4. Repairability adalah kemampuan sistem untuk melakukan pengembalian kondisi yang rusak atau gagal ke operasi yang dapat diterima dalam periode tertentu (repair time)
  5. Recoverability adalah kemampuan sistem untuk mengembalikan kondisi sistem normal pada point dimana terjadinya kegagalan / kerusakan .
  6. Responsiveness adalah kemampuan sistem untuk memahami dan menyelesaikan tugas yang diberikan secara tepat waktu,
  7. Robustness adalah kemampuan sistem komputer untuk mengatasi kesalahan selama eksekusi atau kemampuan algoritma untuk terus beroperasi meskipun terjadi kelainan pada input, perhitungan, dan lain-lain.

Faktor – faktor yang mempengaruhi high availability


  • Menyewa VPN IP dari vendor komunikasi data yang berskala nasional.
Kelebihan menggunakan jalur VPN IP sewa adalah availability layanan sewa akan selalu dikawal 24 jam oleh pihak vendor komunikasi data, karena layanan tersebut masuk dalam kategori layanan enterprise.
Kekurangannya adalah harga layanan sewa ini relatif mahal, yaitu untuk 32Kbps saja di PT. Telkom, harga sewa VPN IP tidak kurang dari 1 juta rupiah per bulan per kantor cabang. Untuk kantor pusat diperlukan koneksi VPN IP dengan kecepatan minimal 256 Kbps (perkiraan harga sekitar Rp. 2,5 juta per bulan).

  • Mengurangi penambahan komponen yang berlebihan terhadap desain system
Menambahkan komponen lebih ke desain sistem secara keseluruhan dapat merusak upaya untuk mencapai high availability. Itu karena sistem yang kompleks secara inheren memiliki titik kegagalan lebih potensial dan lebih sulit untuk diterapkan dengan benar.

  • Menerapkan Business Continuity/Disaster Recovery.
Gartner Research 2001 mencantumkan 4 item yang perlu diperhatikan saat melakukan desain sistem yang mampu meminimalisir dampak dari gangguan sistem :

Ø  Disaster recovery plan-kemampuan untuk recovery mission-critical sistem ke lokasi lain
Ø  Business resumption plan-kemampuan untuk menjaga fungsi layanan sistem sampai proses recovery sistem selesai dilakukan
Ø  Business recovery plan-kemampuan untuk recovery business process pada lokasi cadangan (kerap dikenal dengan istilah “workspace recovery”).
Ø  Contingency plan-antisipasi kondisi darurat yang berimplikasi pada terganggunya layanan system